Pertukaran Pelajar : Aussie where my "Rollercoaster" of life begin

"Catch me if you can!!" salah satu petikan quotes dari si Pemegang gelar Juara Dunia ke 6 di tahta tertinggi kelas Moto GP yang benar-benar merubah hidupku, Perenalkan nama ku Shafa Salsabilla sultanudin dan pada tahun 2017 lalu mengikuti program pertukaran pelajar ke Australia dari program pemerintah kab. Bandung LRCKB di Adelaide, Australia.



negara yang terknal dengan sebutan negri Kangguru ini, termasuk dalamWishlist negara yang sangat aku inginkan untuk ku kunjungi dan menempuh pendidikan ku di sana. selama 3 minggu "Nyasar" di negara tetangga indonesia ini banyak sekali pengalaman luar biasa yang aku alami. bahkan untuk pergi dsn duduk di kursi pesawat garuda indonesia pada kala itu benar-benar bagai mimpi di siang bolong.

SCHOOL LIFE



selama 3 minggu aku habiskan hariku as random australian kiddo, aku bersekolah di Mount compass area School, Fleurieu Peninsula of South Australia. bersama beberapa student dari indonesia lainny. 

Selama di sini,mendapatkan pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Sejarah, Matematika, Food and Technology, Pendidikan Agama, Olahraga, dan Kesehatan. Jam pelajaran di Australia dan di Indonesia berbeda. Di Australia, sekolah mulai pukul 08.45 hingga 15.15 sedangkan sekolah ku di Indonesia, sekolah dimulai pukul 06.30 hingga 17.55 bahkan bila masih ada kelas bisa hingga pukul 19.00. Kemudian, jumlah pelajaran yang saya dapat di MCAS ada 8 pelajaran dengan istirahat pagi 20 menit dan istirahat makan siang 45 menit. Setiap pelajaran 75 menit lamanya. Di Indonesia, saya mendapat 14 mata pelajaran dengan istirahat pagi 20 menit dan istirahat makan siang 40 menit
Kelas bahasa Indonesia diikuti oleh 17 orang dari rata rata setiap pelajaran diikuti 20 orang.  Pelajaran bahasa Indonesia wajib diikuti oleh kelas 7 dan 8, tetapi untuk kelas 9 hingga kelas 12, bahasa Indonesia adalah pilihan.

 Host Family

Host Family adalah keluarga yang dengan sukarela menerima pelajar dari negara lain untuk tinggal bersama mereka ,selama masa pertukaran siswa. Termasuk makan minum dan antar jemput ,serta uang jajan. Anak anak yang tinggal dirumah Host Family diperlakukan seperti anggota keluarga(/keterangan dari penulis)
Host Family tidak dibayar,mereka dengan sukarela menerima tamu tinggal dirumah mereka. Kendati demikian, untuk dapat ditunjuk sebagai Host family,ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. ,untuk memastikan bahwa siswa akan aman selama tinggal bersama mereka.Bagi orang Australia, terpilih sebagai Host Family adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan. sama hal nya dengan keluarga yang aku tinggali beberapa minggu. mereka sudah beberapa kali mendapat sebagai hosting familly international student.
BelajarDisiplin
Selain dari kesempatan untuk belajar dan bertemu dengan International student lainnya dan mmiliki pengalaman baru tentang dunia yang sebenarnya. Saya mendapatkan kesempatan juga untuk belajar disiplin diri.Antara lain, tidak membuang sampah disembarang tempat.Dan sekaligus berlajar tentang tata krama yang merupakan tradisi di Australia, yakni : Selamat pagi/siang/malam ./apa kabar dan terima kasih untuk apapun yang dilakukan orang lain untuk kita. Jadi kata kata yang sudah baku digunakan disini adalah: Good mornig./afternoon ,kemudian kata :”excuse me” dan thank you,serta :’ good night “ketika pamit mau masuk kekamar untuk tidur.
https://www.cheria-travel.com/2019/09/wisata-halal-australia.htmlArtikel 
Pada Awalnya Ada Rasa Kuatir
Hari pertama Saya sempat merasa kuatir, tidak akan disambut hangat. Karena tampilan yang jelas berbeda dari mereka, dari segi pakaian. Saya juga menggunakan hijab. Tetapi ternyata, mereka menyambut saya dengan hangat dan mereka sangat ramah, selalu menyapa jika bertemu saya.
Selain bersekolah, di akhir pekan, saya juga berkesempatan mengunjungi berbagai tempat bersama keluarga asuh maupun dengan teman-teman asal Indonesia. Menonton pertandingan footy, sepakbola gaya Australia di stadion terbesar Melbourne, MCG, juga ke Healsville SanctuaryMelihat koala, kangguru, dan wombat, Tasmanian devil, wallaby, dan binatang khas Australia lainnya.
Menurut Saya, berbagai pengalaman menyenangkan dan berharga selama beberapa minggu terakhir sudah sangat memperkaya hidupnya,. Semoga ke depannya, akan lebih banyak lagi murid di Mount compass area school yang berminat dalam mempelajari bahasa Indonesia dan memperdalam kebudayaan Indonesia.
Bagi saya pribadi sekarang saya juga menyadari bahwa ramah dan sopan terhadap siapa saja sangat diperlukan untuk menjadi sukses di kehidupan bermasyarakat dan saya terdorong untuk bangkit dalam mencintai budaya dan negara sendiri serta semakin semangat belajar.
Shafa salsabilla sultanudin, YP '17

Komentar